Kembali Ke Jakarta

 

Di sana rumahku 
Dalam kabut biru 
Hatiku sedih 
Di hari minggu 
Di sana kasihku 
Berdiri menunggu
Di batas waktu 
Yang telah tertentu 

• Reff.
Ke jakarta aku kan kembali 
Walaupun apa yang kan terjadi

Pernah kualami 
Hidupku sendiri 
Temanku pergi 
Dan menjauhi 
Lama kumenanti 
Ku harus mencari 
Atau ku tiada 
Dikenal lagi 

 

Itulah lirik dari lagu karya Koes Plus berjudul Kembali Ke Jakarta yang terdapat dalam album bertajuk Dheg Dheg Plas rilisan tahun 1969.

Dari liriknya tergambar jelas jika sang seniman menggambarkan kecintaannya terhadap Jakarta. Kota seribu impian katanya, tempat yang dijadikan peraduan nasib jutaan warga Indonesia dari seluruh pelosok.

Pada tahun 1980 – 1990 an disaat kumandang adzan maghrib ditelevisi nasional, banyak teman-teman yang tinggal diluar Jakarta yang menontonnya dan berdecak kagum dari paparan gemerlap kerlap kerlip kota Jakarta disenja dan malam hari.

Salah satu tayangan inilah yang membersit difikiran banyak orang menjadi dambaan akan tempat baru, hingga terjadi urbanisasi. Dan saya, yang lahir n tinggal di kota Jakarta pun turut dimanjakan dengan pemandangan gemerlap tersebut disaat kota Jakarta mulai membangun n bergeliat lebih atraktif menuju era millenium.

Satu hal kenangan yang paling indah adalah disaat saya membuka gorden (tirai) jendela kamar dipagi hari, pemandangan modern yang tidak ada di daerah lain, yaitu bus PPD bertingkat lalu lalang, biasa kita sebut bis tingkat. Itu masih sangat keren ditahun 1980an. Dan saya pun menaikinya untuk menuju ke sekolah hampir setiap harinya disaat itu.

 

BIS TINGKAT.

Salah satu angkutan umum unik di Indonesia adalah bis tingkat dan di Inggris disebut double decker, merujuk ke sejarahnya bis tingkat hadir di Indonesia pertama kali tahun 1968 yang dibuat oleh Leyland pabrikan bus dan truk dari Inggris.

 

Jenis bis tingkat pertama di Indonesia adalah leyland titan dengan kode PD3-11. Leyland titan bahan bis fiberglass dan kaca lengkung untuk memperluas pandangan pengemudi dengan mesin berada dibagian depan bis. Awal keberadaan bis tingkat ini melayani trayek Blok.M – Salemba – Pasar Senen di tahun 1968 – 1982. Bis tingkat ini dikelola oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD).

Tahun 1983, hadir generasi kedua bis tingkat di Indonesia masih pabrikan leyland yang bernama leyland atlantea. Bis tingkat generasi kedua ini mampu menampung penumpang hingga 106 orang. Pada bis generasi kedua ini, pintu pada bis sudah otomatis dengan membuka dan menutup sendiri secara hidrolik.

Selain leyland, pada dekade awal 80-an armada bis tingkat di Jakarta juga dipasok oleh merek asal Swedia, yakni Volvo seri B55. Bis tingkat yang mampu menampung 200 penumpang ini punya panjang 11,8 meter, lebih panjang dan punya kapasitas penumpang lebih banyak dibanding bis tingkat leyland atlantea. Total ada 180 unit bis yang dipesan oleh departemen perhubungan.

Makin macetnya lalulintas di Jakarta sehingga menyulitkan bis-bis bertingkat dalam bermanuver dijalan sehingga menjadi sangat lamban dan ditinggal penumpangnya, serta makin mahalnya harga spareparts, maka bis tingkat berakhir sekitar tahun 1995 sampai 1996.

BIS TINGKAT WISATA

Kini, bis tingkat hadir kembali di Jakarta yang diperuntukkan pariwisata dan tentunya gratis, hehe. Teman-teman dapat menikmatinya setiap hari. Memang bis ini diperuntukkan untuk umum tetapi bukan untuk angkutan umum dengan biaya melainkan pelayanan gratis untuk masyarakat yang ingin berkeliling Ibukota. Dikelola oleh PT Transportasi Jakarta ( TJ ).

PT Transportasi Jakarta mengelola 18 bis tingkat gratis yang digunakan sebagai sarana transportasi wisata yang dapat digunakan secara gratis oleh seluruh warga di ibu kota. Bis wisata Transjakarta ini disebut dengan bis Jakarta explorer. Bis Jakarta explorer saat ini memiliki 6 rute wisata yang berbeda.

Bis ini beroperasi dengan menelusuri ikon dan landmark yang ada dikota Jakarta. Bis wisata ini juga dilengkapi dengan audio yang menjelaskan latar belakang dari lokasi-lokasi yang disinggahi serta bus attendant ( onboard ) yang juga dapat memberikan penjelasan mengenai ikon-ikon kota Jakarta yang dilewati oleh bis tersebut.

Anda dapat menunggu di halte perhentian yang tercantum dan rute-rute serta jam operasional yang dimiliki oleh Bis Wisata ( BW ) Jakarta Explorer dapat dilihat pada bagan berikut.

BW1 – Sejarah Jakarta ( History of Jakarta ).

Bis Wisata 1  Waktu Operasional :

• Senin – Sabtu Jam 10.00 – 18.00
• Minggu Jam 12.00 – 19.00

Rute Bis Wisata 1 :

• Irti
• Balai kota
• Musium nasional
• Gedung arsip
• Musium BI
• BNI 46
• Pasar baru
• Juanda Istiqlal
• Monas 2
• Irti Lagi

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

BW2– Jakarta Baru ( Jakarta Modern )

BW 2 – Waktu Operasional

• Senin – Sabtu Jam 10.00 – 18.00
• Minggu Jam 12.00 – 19.00

Rute Bis Wisata 2 :

• Irti
• Balai kota
• Sarinah
• Bundaran HI
• Sarinah (menara topas)
• Musium Nasional
• Pecenongan
• Pasar Baru GKJ
• Juanda Istiqlal
• Monas 1
• Irti Lagi

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

BW3– Kesenian dan Kuliner ( Art and Culinary )

BW 3 – Waktu Operasional

• Senin – Sabtu Jam 18.00 – 23.00

Rute Bis Wisata 3 :

• Irti
• Balai kota
• Sarinah
• Bundaran HI
• Harmoni
• Gedung Arsip
• Musium BI
• BNI 46
• Sawah besar
• Mesjid Kb. Jeruk
• Pecenongan
• Juanda Istiqlal
• Monas 1
• Monas 2
• Irti Lagi

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

 

 

BW4 – Pencakar Langit ( Jakarta Skyscrapers )

BW4 – Waktu Operasional

• Senin – Sabtu Jam 10.00 – 18.00
• Minggu  Jam 12.00 – 19.00

Rute Bis Wisata 4 :

• Irti
• Balai kota
• Sarinah
• Tosari
• Sudirman
• GBK ( CIMB niaga )
• Bunderan Senayan
• Gelora bung Karno
• Duku Atas
• Tosari
• Plaza Indonesia
• Sarinah
• Musium Nasional
• Pecenongan
• Pasar Baru GKJ
• Juanda Istiqlal
• Monas 1
• Monas 2
• Irti Lagi

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

BW5– Ruang Terbuka ( Jakarta Open Space )

BW 5 – Waktu Operasional

• Senin – Jumat, Jam 10.00 – 18.00
• Sabtu Jam 10.00 – 23.00
• Minggu Jam 12.00 – 19.00

Rute Bis Wisata 5 :

• Irti
• Balai kota
• Sarinah
• Tosari
• RPTA Kali Jodo
• Tosari
• Bundaran HI
• Sarinah
• Irti Lagi

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

BW6– Cagar Budaya Jakarta ( Jakarta Heritage )

BW 6 – Waktu Operasional :

SABTU – MINGGU Jam 13.00 – 21.00

Rute Bis Wisata 6 :

• IRTI
• Balai Kota
• Sarinah
• Tosari
• Makam Mbah Priok
• Tosari
• Bundaran HI
• Sarinah
• Juanda Istiqlal
• Monas 1
• Monas 2
• Finish IRTI

Lebih jelasnya klik n perbesar gambar.

Penumpangang akan naik ke dalam bis, saat memasuki pintu diberi tiket. Kapasitas penumpang tiap bis berbeda yaitu antara 60-80 orang. Anak-anak balita diminta duduk dipangku penumpang dewasa. Selain itu, penumpang dilarang berdiri selama bis berjalan.

 

Tanah Abang Explorer ( gratis ).

Sejak 22 Desember 2017 telah dioperasikan 15 unit Transjakarta Tanah Abang Explorer setiap harinya sejak pukul 08.00 WIB hingga 18.00 WIB yang mengelilingi kawasan Tanah Abang. Selain bentuknya yang masih baru, luas bis tersebut juga terbilang cukup besar. Menaiki bus tersebut juga tidak dipungut biaya.

 

 

Di sana rumahku 
Dalam kabut biru 
Hatiku sedih 
Di hari minggu 
Di sana kasihku 
Berdiri menunggu
Di batas waktu 
Yang telah tertentu 

Ke jakarta aku kan kembali 
Walaupun apa yang kan terjadi

Pernah kualami 
Hidupku sendiri 
Temanku pergi 
Dan menjauhi 
Lama kumenanti 
Ku harus mencari 
Atau ku tiada 
Dikenal lagi

Ke Jakarta aku kan kembali 
Walaupun apa yang kan terjadi

Kembali Ke Jakarta, Koes plus 1969.

Romantis bukan, untuk para pembaca yang mempunyai kenangan dahulu akan bis bertingkat tadi, dan yang sudah pernah menaiki bis tingkat wisata era sekarang. Bisa berbagi cerita dengan kita semua di kolom komentar, terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *