February 22

Lahir dengan nama Ebenezer McBurney Byers di Pittsburgh, Pennsylvania pada 12 April 1880, Eben Byers adalah putra dari Alexander McBurney Byers. Menurut Frick Collection, Alexander Byers adalah seorang kolektor seni, ahli keuangan, dan presiden perusahaan besi cor miliknya serta National Iron Bank of Pittsburgh.

Tumbuh dengan tingkat kekayaan seperti itu berarti Eben Byers diberi hak istimewa untuk mendapatkan yang terbaik dengan uang yang dimiliki, termasuk sekolah-sekolah terbaik seperti St. Paul’s yang terkenal di Concord, New Hampshire, dan yang pada saat itu dikenal sebagai Yale College.

Namun, keberhasilan sejati Eben Byers terletak pada bakatnya sebagai seorang atlet. Pada tahun 1906, Byers memenangkan Kejuaraan Golf Amatir Amerika Serikat, seperti yang dilaporkan oleh Golf Compendium.

Kecelakaan Awal Mula Kehancuran

Ayah Byers menjadikan putranya sebagai chairman perusahaan miliknya, A. M. Byers Company, salah satu produsen besi cor terbesar di Amerika. Sayangnya, kecelakaan tragis segera mengubah hidup Byers menjadi jalan menuju kematian yang terlalu cepat, serta memicu revolusi dalam dunia kedokteran.

Eben Byers sedang dalam perjalanan pulang setelah menghadiri pertandingan sepak bola tahunan Yale-Harvard ketika kereta yang ditumpanginya tiba-tiba berhenti mendadak. Menurut Allegheny Cemetery Heritage, dia terjatuh dari tempat tidurnya dan mengalami cedera pada lengannya.

Dokternya, C. C. Moyer, meresepkan Radithor, sebuah obat yang terbuat dari melarutkan radium dalam air. Pada pertengahan 1920-an, belum ada yang menyadari bahwa bahan radioaktif dapat menyebabkan mutasi genetik dan kanker jika terpapar dalam tingkat yang cukup tinggi. Ketika seorang drop out dari Harvard bernama William J. Bailey memperkenalkan Radithor, obat tersebut dengan cepat populer.

Menurut Medium, Bailey dengan salah mengklaim dirinya sebagai seorang dokter dan bahkan menawarkan potongan harga 17 persen kepada dokter-dokter yang meresepkan setiap botol Radithor.

Dalam rentang tiga tahun, Byers mengonsumsi hingga 1.400 dosis air radium, dengan minum hingga tiga botol Radithor setiap hari. Dari tahun 1927 hingga 1930, Eben Byers mengklaim bahwa Radithor memberinya perasaan “terasa lebih segar,” meskipun beberapa laporan mengindikasikan bahwa dia mengonsumsinya untuk tujuan yang lebih kejiwaan.

Menurut Museum of Radiation and Radioactivity, Byers dikenal sebagai “Foxy Grandpa” oleh teman-teman sekelasnya di Yale karena kelihaian dengan lawan jenis, dan Radithor membuat libido-nya yang terkenal kembali saat dia mendekati usia 40-an.

Namun, apa pun alasannya untuk mengonsumsi obat ini, efek sampingnya sangat menghancurkan.

Setelah mengonsumsi lebih dari 1.400 botol Radithor, dampak mengerikan yang dihasilkan oleh air radioaktif itu mulai terlihat. Radiasi radium yang berlebihan mengakibatkan kanker menggerogoti tulangnya. Kondisi rahang radium membuat rahang atas dan bawahnya membusuk, yang pada akhirnya memerlukan operasi untuk mengangkat jaringan yang memburuk.

Byers meninggal pada 31 Maret 1932 pada usia 51 tahun. Kematian mengerikannya memperoleh perhatian publik yang signifikan, termasuk judul berita utama di The Wall Street Journal dengan judul “Air Radium Bekerja dengan Baik sampai Rahangnya Lepas.” Kejadian ini memicu penutupan perusahaan Bailey oleh FDA, tetapi hal itu tidak menghentikan penyebaran produk radioaktif lainnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2Next ยป

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *